William Tanuwijaya, Pendiri Tokopedia Dari Pemantang Siantar

Saat mendirikan Tokopedia pada 17 Agustus 2009, tidak banyak orang yang akan menyangka bahwa Tokopedia mampu menjadi salah satu e-commerce yang sukses bagi berbagai kalangan di Indonesia. Tokopedia pun telah menjelma menjadi salah satu dari e-commerce yang mampu bersaing secara luas dan diakui secara international seperti E-Bay dan Amazon. Tokopedia didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison yang ingin “Membangun Indonesia Lebih Baik Lewat Internet.”

William Tanuwijaya lahir di kota Pemantang Siantar, Sumatera Utara pada 11 November 1981. Berawal dari pekerjaan sampingan sebagai seorang penjaga warnet 24 jam, minat  William terhadap Internet mulai tumbuh. Setelah lulus dari Universitas Bina Nusantara di jurusan Tenik Informatika pada 2003, William pun mulai bekerja untuk sebuah perusahaan pengembangan software dimana William mulai mengetahui mengenai seluk beluk dan permasalahan pada dunia jual beli online di Indonesia.

Selama perjalannya membangun Tokopedia, tidak sedikit pula permasalahan dan tantangan yang kerap muncul seperti pendanaan; investor; cara pembayaran dan konsep pemikiran publik mengenai belanja online.

Tingginya angka penipuan yang terjadi bagi para pembeli, seperti barang rusak; palsu; atau tidak pernah di kirimkan oleh penjual walau pembeli sudah mengirimkan uang. Tokopedia merupakan sebuah sistem marketplace yang menawarkan kemudahan bagi penjual dan pembeli dengan aman, nyaman dan praktis. Berani untuk bermimpi adalah konsep yang menarik yang ditawarkan dimana penjual ditawarkan untuk berani menciptakan dan berjualan untuk menggapai mimpi dan juga membantu membangun Indonesia melalui berjualan secara online.

Semangat William dalam usahanya membangun Tokopedia dan mempersatukan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dapat diterapkan oleh para pemilik brand di Indonesia. Tidak hanya terbatas untuk menggapai keuntungan pribadi, Brand harus mampu bercontribusi terhadap pembangunan negara.  Semangat pantang menyerah dan berani keluar dari zona nyaman untuk mencoba hal dan konsep baru yang dapat digunakan dalam meningkatkan Brand awarness

Add your comment

Your email address will not be published.