Unilever Indonesia Siap Akuisisi Brand Baru Di Tengah Pandemi Covid-19

Kepedulian Unilever terhadap produk-produk baru telah sejak lama dijalankan. Tidak hanya melalui brand, tapi juga melalui berbagai program perusahaan. Apalagi seperti saat ini, masa-masa sulit menghadapi pandemi COVID-19.

Tantangan mereka tidak hanya faktor ekonomi, tetapi juga kesehatan. Melalui pola kerja bisnis yang konsisten, kompetitif, menguntungkan, serta bertanggung jawab, Unilever terus mendorong semangat gotong royong dalam membangun suatu usaha. Termasuk membantu para brand-brand baru yang tengah menghadapi ketidakpastian.

Jelas Direktur Keuangan Unilever Indonesia, Arif Hudaya kepada Kompas.com, “Kami selalu melihat kesempatan, jika ada, dalam memperkaya produk dan merek-merek kami. Jadi kami terus lakukan dan sampai pada investasi yang tepat.”

“Investasi pada brand, kami selalu memastikan bahwa brand-brand kami harus mempunyai tingkat kompetitif yang cukup dan layak,” sambung Arif.

Unilever Indonesia secara virtual menjelaskan, perseroan pada tahun ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure senilai 1% dari penjualan perseroan, direvisi dari sebelumnya 2 – 2,5 %. Dari jumlah belanja modal tersebut, Unilever akan membuka peluang untuk terus mengakuisisi brand baru guna melengkapi portofolio bisnis perseroan.

Perseroan juga sebelumnya terus melakukan inovasi dari brand-brand yang telah dimiliki. Kira-kira sampai bulan September 2020, sudah ada 64 inovasi produk baru yang dikembangkan perseroan. Inovasi dikembangkan Unilever dengan melihat konsumen dari berbagai segmen berdasarkan analisis pada kebutuhan dan preferensi konsumen.

Sebelumnya seperti diketahui sampai dengan Kuartal ketiga tahun ini, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp 5,44 Triliun, terkoreksi 1,27% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 5,51 triliun di tengah pandemi covid 19. Perseroan juga mengakui hampir seluruh dunia usaha terkena dampak pandemi Covid-19 termasuk di industri fast moving consumer goods.

Sisi Sebenarnya Unilever.

Apapun yang terjadi pada gejolak pasar, sebenarnya berdasarkan sisi fundamental Unilever tidak banyak yang berubah. Unilever Indonesia masih sebagai market leader dan merupakan produsen untuk jenis fast moving consumer goods terbesar di tingkat Asia dan Pasifik.

Market leader berarti sudah tidak terbantahkan lagi. Banyak yang sudah memasukkan unilever Indonesia ini sebagai defence stock mereka. Perusahaan juga sudah mengklaim produk-produknya tersedia di lebih 1 juta kios/toko dan setiap rumah di Indonesia yang sedikitnya menjual hanya produk Unilever.

Unilever pun terus bertumbuh secara organis dari dalam dengan merilis sejumlah merek ternama. Dari jumlah tersebut, 71% merupakan produk home dan personal care, sedangkan 21% merupakan produk foods and refreshment. Alhasil, rata-rata produk consumer goods yang diusung Unilever mendominasi pasar Indonesia.

Di tanah air, produk Unilever telah hadir setidaknya sejak tahun 1930-an. Terintegrasi dengan Unilever Global, Unilever Indonesia terus bertransformasi menjadi besar. Bahkan di tahun 2017 lalu, Unilever Indonesia berani menghabiskan dana hingga Rp. 360 triliun untuk riset dan pengembangan. Sedangkan Unilever Global di tahun yang sama rela menggelontorkan dana segar hingga 900 juta Euro.

Tumbuh berkembang sebagai perusahaan telah dibuktikan Unilever di tingkat global dan domestik. Sudah Selayaknya jika Unilever pun memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan berperan lebih besar untuk keberlangsungan alam. Akibat dampak lingkungan yang dihasilkan oleh operasionalnya di seluruh dunia

Strategi Sukses Unilever

Filosofi produk itu selalu menjadi point penting sejak 1930-an. 70 tahun mengabdi di tanah air merupakan salah satu tanda komitmen jangka panjang Unilever Indonesia. Marjin labanya selalu naik dari tahun ke tahun hingga berada di nomor 7 pada kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia.

Sebagian besar lumsum kategori terjadi berkat kuatnya inovasi dan pengembangan konsepsi pasar dalam periode 18 bulan sekali. Seperti yang dijelaskan oleh Hemant Bakshi, Presiden Direktur Unilever Indonesia pada sesi wawancara dengan CNBC dan Anda bisa menyimaknya secara eksklusif pada alamat url YouTube di bawah ini.

Kesuksesan di tahun ini dan sebelumnya merupakan buah dari business model yang dirancang untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Karena menurut PresDir Unilever Indonesia, sustainability tak terpisahkan dari cara Unilever berbisnis.

Elemen-elemen penting yang memungkinkan berjalannya business model tersebut adalah purpose-led dan future-fit. Jika momentum kedua elemen tersebut kuat, maka Unilver mampu meraih pertumbuhan volume yang menguntungkan.

Sumber: CNBC Indonesia dan Kompas.com

Add your comment

Your email address will not be published.